MENU

Monday, 29 June 2026

Mengenal Sejarah Isuzu D-Max, Evolusi Pikap Diesel Andalan Isuzu

Hello Kawan Sobat Blogger …. Untuk kali ini saya akan mencoba membahas artikel mengenai Isuzu D-MAX ya Kawan Sobat Blogger

Isuzu D-Max merupakan salah satu mobil pikap double cabin yang telah dikenal luas karena ketangguhan, keandalan, dan efisiensi mesin dieselnya. Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2002, D-Max terus mengalami perkembangan melalui berbagai generasi dengan peningkatan pada desain, performa mesin, sistem penggerak, fitur keselamatan, hingga teknologi kenyamanan. Perubahan tersebut membuat Isuzu D-Max tidak hanya menjadi kendaraan andalan di sektor komersial, tetapi juga semakin diminati sebagai kendaraan harian dan kebutuhan off-road.

Dalam artikel ini, kita akan membahas sejarah Isuzu D-Max dari generasi pertama hingga generasi terbaru, termasuk perubahan desain, spesifikasi mesin, sistem penggerak, konsumsi bahan bakar, serta perkembangan teknologi yang menjadikannya salah satu pikap diesel paling kompetitif di kelasnya.

Isuzu D-Max adalah pikap satu ton yang diperkenalkan sebagai penerus Isuzu Faster. Sejak debutnya, D-Max telah berkembang dari kendaraan kerja sederhana menjadi pikap modern yang juga menyasar pengguna keluarga dan hobi. Berikut perjalanan setiap generasinya.

Generasi pertama (2002–2011)

Isuzu D-Max (generasi pertama) diluncurkan pada tahun 2002. Model ini dikembangkan bersama General Motors dan menjadi saudara kembar dari Chevrolet Colorado.

Ciri khas generasi pertama:

  • Menggunakan sasis ladder frame yang kuat.
  • Tersedia dalam konfigurasi Single Cab, Space Cab, dan Double Cab.
  • Mesin diesel terkenal tangguh, termasuk seri 2.5L dan 3.0L turbo diesel.

Di banyak negara, D-Max dikenal karena ketahanannya di sektor pertambangan, perkebunan, dan konstruksi.

Facelift (2007)

Pada 2007, D-Max mendapat pembaruan berupa:

  • Desain grille dan lampu depan baru.
  • Interior yang lebih modern.
  • Penyempurnaan mesin agar lebih efisien dan memenuhi standar emisi yang lebih ketat.

Sistem Penggerak Generasi Pertama :

4×2

  • Penggerak roda belakang (RWD).
  • Diferensial belakang standar, dengan opsi Limited Slip Differential (LSD) di beberapa varian dan pasar.
  • Cocok untuk penggunaan jalan raya dan angkutan ringan.

4×4

  • Menggunakan sistem part-time 4WD.
  • Transfer case dengan mode:
    • 2H (Rear-Wheel Drive)
    • 4H (Four-Wheel Drive High)
    • 4L (Four-Wheel Drive Low)
  • Perpindahan mode dilakukan melalui tuas transfer di samping tuas transmisi pada sebagian besar varian.
  • Hub roda depan menggunakan sistem otomatis atau manual tergantung pasar.

Karakteristik:

  • Sangat sederhana dan kuat.
  • Penggunaan 4H hanya disarankan di permukaan licin atau off-road karena tidak memiliki diferensial tengah.

Konsumsi BBM Generasi Pertama :

Isuzu D-Max (generasi pertama) menggunakan mesin diesel common rail generasi awal.

Perkiraan konsumsi:

  • 2.5L 4×2: sekitar 11–12 km/l
  • 3.0L 4×2: sekitar 10–11 km/l
  • 3.0L 4×4: sekitar 9–10 km/l

Karakteristik:

  • Mesin dikenal sangat tangguh dan sederhana.
  • Torsi besar untuk membawa beban.
  • Efisiensi sudah baik pada masanya, tetapi masih kalah dibanding generasi berikutnya.


Generasi kedua (2011–2019)

Isuzu D-Max (generasi kedua) diperkenalkan pada Tokyo Motor Show 2011.

Perubahan utama:

  • Desain lebih aerodinamis.
  • Kabin lebih senyap dan nyaman.
  • Struktur bodi lebih kuat.
  • Fitur keselamatan meningkat.

Pilihan mesin meliputi:

  • Diesel 2.5L
  • Diesel 3.0L common rail turbo

Pada beberapa pasar kemudian hadir mesin 1.9L Blue Power yang terkenal irit bahan bakar.


Facelift (2015–2016)

Pembaruan mencakup:

  • Lampu depan proyektor.
  • Lampu LED pada varian tertentu.
  • Dashboard baru.
  • Mesin 1.9L RZ4E yang lebih efisien.
  • Transmisi otomatis yang disempurnakan.

Sistem Penggerak Generasi Kedua :

Isuzu D-Max (generasi kedua) membawa sistem 4WD yang lebih modern.

Shift-on-the-Fly

Salah satu peningkatan terbesar adalah hadirnya Shift-on-the-Fly (Terrain Command).

Artinya pengemudi dapat berpindah:

  • 2H → 4H
  • hingga kecepatan sekitar 100 km/jam (bergantung pasar dan spesifikasi).

Pengoperasian dilakukan melalui:

  • knop putar elektronik (rotary dial), bukan lagi tuas transfer pada banyak varian.

Mode yang tersedia:

  • 2H
  • 4H
  • 4L (tetap harus berhenti atau berjalan sangat pelan dan transmisi di posisi netral untuk berpindah).

Fitur tambahan

Beberapa varian mendapatkan:

  • Limited Slip Differential (LSD).
  • Hill Descent Control.
  • Hill Start Assist.
Konsumsi BBM Generasi Kedua :

Isuzu D-Max (generasi kedua) mengalami peningkatan efisiensi melalui pembaruan mesin dan transmisi.

Mesin 2.5L dan 3.0L

Rata-rata konsumsi:

  • 11–13 km/l

Peningkatan berasal dari:

  • Sistem injeksi lebih presisi.
  • Turbocharger yang lebih efisien.
  • Rasio transmisi yang dioptimalkan.

Mesin 1.9L Blue Power

Mesin ini menjadi titik balik efisiensi D-Max.

Rata-rata konsumsi:

  • 13–15 km/l
  • Pada perjalanan luar kota yang stabil, beberapa pengguna melaporkan bisa mencapai 16–18 km/l, tergantung kondisi berkendara.

Keunggulannya:

  • Kapasitas lebih kecil tetapi tetap menghasilkan torsi tinggi.
  • Lebih hemat bahan bakar tanpa penurunan performa yang signifikan.


Generasi ketiga (2019–sekarang)

Isuzu D-Max (generasi ketiga) pertama kali diperkenalkan di Bangkok pada tahun 2019.

Ini merupakan perubahan terbesar sejak D-Max pertama.

Peningkatan utama:

  • Platform baru yang lebih ringan tetapi lebih kaku.
  • Suspensi disempurnakan untuk kenyamanan dan stabilitas.
  • Sistem kemudi lebih presisi.
  • Kabin jauh lebih modern.

Teknologi keselamatan meliputi:

  • Autonomous Emergency Braking (AEB).
  • Adaptive Cruise Control.
  • Lane Departure Warning.
  • Blind Spot Monitoring.
  • Rear Cross Traffic Alert.
  • Traffic Sign Recognition (tergantung varian dan pasar).

Mesin:

  • 1.9L RZ4E Turbo Diesel
  • 3.0L 4JJ3-TCX Turbo Diesel

Mesin 3.0L terbaru menghasilkan tenaga sekitar 190 PS dan torsi sekitar 450 Nm, meningkat dibanding generasi sebelumnya.

Facelift 2023

Pada akhir 2023, D-Max kembali diperbarui dengan:

  • Desain grille dan bumper baru.
  • Lampu depan LED yang lebih modern.
  • Layar infotainment lebih besar.
  • Kamera 360° pada beberapa varian.
  • Penyempurnaan sistem bantuan pengemudi (ADAS).

Sistem Penggerak Generasi Ketiga :

Isuzu D-Max (generasi ketiga) menggunakan sistem 4WD yang lebih canggih tanpa mengubah konsep dasarnya.

Terrain Command 4WD generasi baru

Tetap memakai:

  • 2H
  • 4H
  • 4L

Namun kini dilengkapi kontrol elektronik yang lebih cepat dan halus.

Pengemudi cukup memutar knop:

  • 2H ↔ 4H saat kendaraan melaju (hingga sekitar 100 km/jam, tergantung spesifikasi pasar).
  • 4L dipilih saat kendaraan berhenti atau bergerak sangat lambat dengan transmisi pada posisi yang sesuai.

Rear Differential Lock

Pada varian tertentu ditambahkan:

  • Electronic Rear Differential Lock.

Fungsinya:

  • Mengunci kedua roda belakang agar berputar bersamaan.
  • Sangat membantu ketika salah satu roda kehilangan traksi di lumpur, pasir, atau bebatuan.

Rough Terrain Mode

Fitur baru yang cukup penting adalah Rough Terrain Mode.

Cara kerjanya:

  • Memanfaatkan sistem kontrol traksi untuk mengerem roda yang selip.
  • Menyalurkan tenaga ke roda yang masih memiliki cengkeraman.
  • Membantu kendaraan melewati tanjakan berbatu, lumpur, atau jalur licin tanpa harus selalu mengaktifkan differential lock.

Penyempurnaan lainnya

Generasi terbaru juga mendapat:

  • Kontrol stabilitas yang lebih baik.
  • Kalibrasi ABS khusus untuk permukaan lepas.
  • Sistem kontrol traksi yang lebih responsif.
  • Integrasi dengan berbagai fitur keselamatan aktif (ADAS) pada varian tertentu.

Konsumsi BBM Generasi Ketiga :

Isuzu D-Max (generasi ketiga) membawa mesin baru yang lebih efisien dan memenuhi standar emisi yang lebih ketat.

Mesin 1.9L RZ4E

Perkiraan konsumsi:

  • 13–16 km/l
  • Pada perjalanan luar kota dengan kecepatan konstan, angka di atas 17 km/l dapat dicapai dalam kondisi ideal.

Mesin 3.0L 4JJ3-TCX

Meskipun tenaganya meningkat menjadi sekitar 190 PS dan torsinya 450 Nm, efisiensinya tetap baik:

  • 12–14 km/l
  • Jalan tol atau luar kota: sekitar 14–15 km/l dalam kondisi ideal.

Faktor yang mendukung efisiensi:

  • Turbocharger generasi baru.
  • Manajemen mesin yang lebih canggih.
  • Bobot kendaraan yang lebih ringan dibanding pendahulunya.
  • Transmisi otomatis 6-percepatan dengan rasio yang lebih optimal.

Perjalanan di Indonesia

Isuzu D-Max mulai dipasarkan di Indonesia pada awal 2000-an sebagai penerus Faster. Selama perjalanannya:

  • Generasi pertama populer di sektor perkebunan, tambang, dan pemerintahan.
  • Generasi kedua memperkuat citra sebagai pikap diesel yang tangguh dan ekonomis.
  • Generasi ketiga hadir dengan fitur keselamatan dan kenyamanan yang jauh lebih lengkap, meskipun fokus utamanya tetap pada penggunaan komersial.

Di Indonesia, D-Max bersaing dengan model seperti:

  • Toyota Hilux
  • Mitsubishi Triton
  • Ford Ranger
  • Nissan Navara
Ringkasan evolusi

Selama lebih dari dua dekade, Isuzu D-Max telah berevolusi dari pikap kerja konvensional menjadi kendaraan yang tetap tangguh untuk kebutuhan komersial sekaligus menawarkan kenyamanan dan teknologi yang mampu bersaing di segmen pikap modern

 

Evolusi sistem penggerak

Dari generasi pertama hingga ketiga, konsep dasar D-Max tidak berubah: mesin depan dengan penggerak roda belakang untuk varian 4×2 dan sistem 4WD part-time untuk varian 4×4. Evolusinya berfokus pada kemudahan pengoperasian (dari tuas mekanis ke kontrol elektronik), peningkatan kemampuan traksi melalui fitur seperti Rear Differential Lock dan Rough Terrain Mode, serta integrasi yang lebih baik dengan sistem keselamatan dan kontrol kendaraan. Pendekatan ini mempertahankan ketangguhan khas pikap kerja sambil meningkatkan kenyamanan dan kemampuan di berbagai kondisi jalan.

Konsumsi BBM

Generasi

Mesin utama

Perkiraan konsumsi BBM

2002–2011

2.5L & 3.0L turbo diesel

9–12 km/l

2011–2019

2.5L, 3.0L, kemudian 1.9L Blue Power

11–15 km/l

2019–sekarang

1.9L RZ4E & 3.0L 4JJ3

12–16 km/l

Konsumsi bahan bakar Isuzu D-Max mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari generasi ke generasi, terutama berkat teknologi common rail, peningkatan efisiensi turbocharger, pengurangan gesekan internal mesin, serta penggunaan transmisi yang lebih modern. Perlu diingat bahwa angka konsumsi BBM sangat dipengaruhi oleh varian mesin, transmisi, sistem penggerak (4×2 atau 4×4), muatan, kondisi jalan, dan metode pengujian.

Evolusi konsumsi BBM D-Max menunjukkan tren yang jelas:

  • Generasi pertama: fokus pada ketangguhan, dengan konsumsi sekitar 9–12 km/l.
  • Generasi kedua: efisiensi meningkat menjadi 11–15 km/l, terutama setelah hadirnya mesin 1.9L Blue Power.
  • Generasi ketiga: menawarkan kombinasi terbaik antara tenaga dan efisiensi, dengan kisaran 12–16 km/l, sementara mesin 1.9L RZ4E menjadi pilihan paling hemat dan mesin 3.0L 4JJ3 tetap efisien meski bertenaga lebih besar.

Secara keseluruhan, setiap generasi D-Max berhasil meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan karakter utamanya sebagai pikap diesel yang kuat dan andal untuk penggunaan komersial maupun sehari-hari.

Selama lebih dari dua dekade, Isuzu D-Max telah berkembang menjadi salah satu pikap diesel yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna yang terus berubah. Setiap generasi menghadirkan peningkatan pada sektor mesin, sistem penggerak, efisiensi bahan bakar, kenyamanan, serta fitur keselamatan tanpa meninggalkan karakter utamanya sebagai kendaraan yang tangguh dan andal.

Baik digunakan untuk aktivitas komersial, operasional perusahaan, maupun kebutuhan pribadi, Isuzu D-Max menawarkan kombinasi performa, daya tahan, dan biaya operasional yang kompetitif. Dengan memahami perkembangan setiap generasinya, calon pembeli maupun penggemar otomotif dapat lebih mudah menentukan model yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Semoga ulasan mengenai sejarah Isuzu D-Max dari generasi ke generasi ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat. Nantikan artikel otomotif lainnya yang membahas sejarah, spesifikasi, teknologi, serta perbandingan berbagai model kendaraan secara lengkap dan mudah dipahami.

Oklah Kawan Sobat Blogger …. Kurang lebih begitulah ya mengenai artikel tentang Isuzu D-MAX ya kawan sobat blogger …. Terima kasih


 


Friday, 26 June 2026

Sejarah Mitsubishi Strada: Evolusi Pikap Tangguh dari Generasi ke Generasi


Mitsubishi Strada merupakan salah satu kendaraan pikap yang memiliki sejarah panjang dan telah menjadi pilihan banyak pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dikenal karena ketangguhan, daya angkut, dan kemampuan melintasi berbagai medan, Strada terus mengalami perkembangan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perjalanan Mitsubishi Strada secara lengkap, mulai dari sejarah kemunculannya, perubahan desain, perkembangan mesin, sistem penggerak, hingga konsumsi bahan bakar pada setiap generasi. Dengan memahami evolusinya, pembaca dapat mengetahui bagaimana Mitsubishi terus menyempurnakan Strada hingga menjadi Triton modern yang dikenal saat ini.

Badak

Sejarah Mitsubishi Strada mencerminkan evolusi truk pikap Mitsubishi dari kendaraan kerja sederhana menjadi pikap modern yang juga nyaman digunakan sehari-hari. Nama "Strada" sendiri digunakan di beberapa pasar, termasuk Indonesia, sementara di pasar global model ini dikenal sebagai Mitsubishi Triton atau Mitsubishi L200.

Berikut perjalanan generasinya:

Generasi 1 (1978–1986)

Nama global: Mitsubishi Forte / L200

  • Debut pada 1978.
  • Menggunakan sasis ladder frame dengan penggerak roda belakang dan tersedia versi 4WD.
  • Mesin bensin dan diesel 1.6–2.3 liter.
  • Fokus sebagai kendaraan niaga ringan.
Mitsubishi Forte / L200
Sistem Penggeraka Generasi 1 :

·  2H (Rear-Wheel Drive): tenaga hanya ke roda belakang.

·  4H: roda depan dan belakang terkunci bersama (part-time 4WD).

·  4L: gigi rendah untuk tanjakan dan medan berat.

·  Tidak memiliki diferensial tengah, sehingga 4WD hanya digunakan di permukaan licin seperti tanah, lumpur, atau pasir.

Konsumsi BBM Generasi 1:

·  Mesin masih menggunakan pompa injeksi mekanis.

·  Tenaga relatif kecil.

·  Konsumsi sekitar 8–11 km/l.

telan

Generasi 2 (1986–1996)

Nama global: L200

  • Desain lebih modern dan kabin lebih luas.
  • Mulai tersedia varian Double Cab yang populer.
  • Sistem 4WD semakin andal.
  • Banyak digunakan untuk pertambangan, perkebunan, dan militer di berbagai negara.
L200
Sistem Penggerak Generasi 2 :

Masih menggunakan konsep yang sama:

  • 2H
  • 4H
  • 4L

Penyempurnaannya meliputi:

  • Transfer case lebih kuat.
  • Hub roda depan yang lebih praktis.
  • Keandalan meningkat untuk penggunaan berat.

Konsumsi BBM Generasi 2:

·  Efisiensi meningkat berkat penyempurnaan mesin.

·  Konsumsi sekitar 9–12 km/l.

Generasi 3 (1996–2005)

Di Indonesia dikenal sebagai: Mitsubishi Strada

  • Inilah awal nama Strada dikenal luas di Indonesia.
  • Desain lebih membulat dibanding generasi sebelumnya.
  • Mesin diesel 2.5 L turbo menjadi andalan.
  • Tersedia tipe Single Cab, Club Cab, dan Double Cab.
  • Menjadi pesaing kuat Toyota Hilux dan Nissan Frontier.
Mitsubishi Strada
Sistem Penggerak Generasi 3:

Mulai hadir Easy Select 4WD.

Mode yang tersedia:

  • 2H
  • 4H
  • 4L

Keunggulannya:

  • Perpindahan dari 2H ke 4H dapat dilakukan tanpa berhenti (shift-on-the-fly) pada kecepatan tertentu.
  • Lebih praktis dibanding generasi sebelumnya.

Namun, karena belum memakai diferensial tengah, mode 4H tetap tidak dianjurkan di jalan beraspal yang kering.

Konsumsi BBM Generasi 3:

Mesin yang paling dikenal adalah 4D56 2.5 Turbo Diesel.

  • Injeksi masih mekanis.
  • Sederhana dan mudah dirawat.
  • Konsumsi umumnya:
    • Dalam kota: 8–10 km/l
    • Luar kota: 11–13 km/l

Ujian

Generasi 4 (2005–2015)

Di Indonesia: Mitsubishi Strada Triton

  • Desain "J-Line" dengan kabin melengkung yang khas.
  • Menggunakan mesin diesel common rail 2.5 L DI-D.
  • Hadir teknologi Easy Select 4WD dan Super Select 4WD pada tipe tertentu.
  • Kabin jauh lebih nyaman sehingga mulai diminati sebagai kendaraan pribadi.
Mitsubishi Strada Triton
Sistem Penggerak Generasi 4:

Tersedia dua sistem berbeda.

Easy Select 4WD

  • 2H
  • 4H
  • 4L

Super Select 4WD

  • 2H
  • 4H (Full-Time 4WD) dengan diferensial tengah sehingga dapat digunakan di jalan aspal.
  • 4HLc (diferensial tengah dikunci).
  • 4LLc (low range + diferensial tengah terkunci).

Ini merupakan lompatan besar karena memberikan fleksibilitas penggunaan di berbagai kondisi jalan.

Konsumsi BBM Generasi 4:

Menggunakan 4D56 DI-D Common Rail.

  • Injeksi elektronik membuat pembakaran lebih efisien.
  • Konsumsi rata-rata:
    • Kota: 9–11 km/l
    • Tol/luar kota: 12–14 km/l

Santai

Generasi 5 (2015–2023)

Nama global: Triton

  • Diluncurkan dengan desain lebih agresif.
  • Tahun 2018 mendapat facelift besar dengan konsep Dynamic Shield.
  • Mesin baru diesel 2.4 L MIVEC Turbo (4N15) berbahan aluminium yang lebih irit dan bertenaga.
  • Fitur keselamatan semakin lengkap, seperti hill descent control, trailer stability assist, dan forward collision mitigation pada varian tertentu.

Sistem Penggerak Generasi 5:

Super Select II menambahkan fitur elektronik seperti:

  • Mode Gravel
  • Mud/Snow
  • Sand
  • Rock (pada transmisi otomatis)

Sistem akan menyesuaikan distribusi tenaga, kontrol traksi, dan respons mesin sesuai kondisi medan.

Triton
Konsumsi BBM Generasi 5:

Menggunakan mesin 4N15 2.4 MIVEC Turbo Diesel berbahan aluminium.

  • Lebih ringan dan efisien dibanding 4D56.
  • Konsumsi:
    • Kota: 10–12 km/l
    • Tol: 13–15 km/l

Kebelet Kencing

Generasi 6 (2023–sekarang)

Nama global: Mitsubishi Triton

  • Menggunakan platform ladder frame baru yang lebih kaku.
  • Dimensi lebih besar dengan kapasitas angkut meningkat.
  • Mesin diesel 2.4 L Bi-Turbo pada beberapa varian menghasilkan tenaga hingga sekitar 204 PS dan torsi 470 Nm.
  • Interior lebih modern dengan layar infotainment besar, sistem bantuan pengemudi (ADAS), serta kemampuan off-road yang ditingkatkan.

Sistem Penggerak Generasi 6:

Versi terbaru mempertahankan konsep Super Select 4WD-II dengan peningkatan pada:

  • Aktuator elektronik yang lebih cepat.
  • Kontrol traksi yang lebih presisi.
  • Mode berkendara yang lebih lengkap.
  • Integrasi dengan sistem bantuan pengemudi (ADAS).
Mitsubishi Triton
Konsumsi BBM Generasi 6:

Mesin 4N15 versi terbaru (termasuk varian bi-turbo di beberapa pasar).

  • Efisiensi tetap baik meski tenaga meningkat.
  • Konsumsi rata-rata:
    • Kota: 10–12 km/l
    • Tol: 13–15 km/l

Koran di baca

Perjalanan di Indonesia

  • 1990-an akhir–2005: Strada generasi ketiga.
  • 2005–2015: Strada Triton (generasi keempat).
  • 2015–sekarang: Nama pemasaran beralih menjadi Triton, meskipun banyak masyarakat masih menyebutnya "Strada".

Secara umum, evolusi Strada/Triton dapat diringkas sebagai berikut:

Generasi Mitsubishi Strada :

Generasi

Sistem Penggerak Mitsubishi Strada :

Sistem Pengerak

Urutan Sistem Penggerak :

·  Part-Time 4WD (Generasi 1–2): sangat sederhana, tangguh, dan mudah dirawat.

·  Easy Select (Generasi 3–6): praktis dan cocok untuk kendaraan kerja.

·  Super Select (Generasi 4–6): paling canggih karena memiliki diferensial tengah, sehingga bisa digunakan sebagai full-time 4WD di jalan beraspal maupun di medan off-road. Sistem ini menjadi salah satu keunggulan utama Triton dibanding banyak pesaing di kelas pikap.

jatuh

Konsumsi BBM Mitsubishi Strada :

Generasi          Tahun                          Mesin diesel umum                             Konsumsi rata-rata

1                      1978–1986                  2.3L diesel                                          8–11 km/l

2                      1986–1996                  2.5L diesel                                          9–12 km/l

3                      1996–2005                  2.5L Turbo Diesel (4D56)                  9–12 km/l

4                      2005–2015                  2.5L DI-D Common Rail (4D56)       10–13 km/l

5                      2015–2023                  2.4L MIVEC Turbo Diesel (4N15)    11–15 km/l

6                      2023–sekarang            2.4L MIVEC Turbo/Bi-Turbo             11–15 km/l

Faktor yang paling memengaruhi konsumsi BBM

  • Transmisi: Manual umumnya sedikit lebih hemat dibanding otomatis.
  • Sistem penggerak: Varian 4x2 biasanya lebih irit daripada 4x4 karena bobot dan komponen penggeraknya lebih ringan.
  • Ban: Ban off-road (MT) cenderung meningkatkan konsumsi dibanding ban all-terrain (AT) atau highway-terrain (HT).
  • Muatan: Membawa beban berat atau menarik trailer akan meningkatkan konsumsi.
  • Perawatan: Filter udara, kondisi injektor, tekanan ban, dan kualitas oli sangat berpengaruh.

Konsumsi BBM Mitsubishi Strada bervariasi tergantung mesin, transmisi, sistem penggerak (4x2 atau 4x4), kondisi kendaraan, dan gaya mengemudi. Angka berikut adalah kisaran penggunaan di dunia nyata, bukan angka uji laboratorium.

Di Indonesia, generasi yang paling ikonik biasanya adalah Strada generasi ketiga (1996–2005) dan Strada Triton generasi keempat (2005–2015) karena keduanya sangat banyak digunakan untuk keperluan perkebunan, pertambangan, maupun sebagai kendaraan hobi off-road.

Mitsubishi Triton
Perjalanan Mitsubishi Strada dari generasi pertama hingga model terbaru menunjukkan bagaimana sebuah kendaraan pikap terus berkembang mengikuti kebutuhan pengguna. Mulai dari peningkatan desain, performa mesin, sistem penggerak, hingga efisiensi bahan bakar, setiap generasi menghadirkan penyempurnaan yang menjadikan Strada tetap relevan di berbagai kondisi penggunaan.

Bagi sebagian orang, Strada generasi lama menawarkan kesederhanaan dan kemudahan perawatan, sementara generasi terbaru menghadirkan teknologi yang lebih modern, kenyamanan berkendara yang lebih baik, serta fitur keselamatan yang semakin lengkap. Pilihan terbaik tentu bergantung pada kebutuhan, anggaran, dan tujuan penggunaan masing-masing.

Semoga informasi dalam artikel ini dapat membantu Anda memahami sejarah dan perkembangan Mitsubishi Strada dari generasi ke generasi. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli Strada bekas atau ingin mengetahui lebih jauh mengenai spesifikasi, kelebihan, maupun perawatan setiap generasinya, pastikan untuk membaca artikel terkait lainnya agar mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Baiklah Kawan Sobat Blogger ….. kurang lebih begitulah mengenai article Mitsubishi Strada ya kawan blogger…..Terima kasih

Mitsubishi Triton
Terima kasih