Wuling Cortez adalah mobil MPV yang pertama kali diperkenalkan oleh Wuling Motors di Indonesia pada tahun 2018. Kehadirannya menjadi langkah penting bagi Wuling untuk masuk ke pasar MPV menengah yang saat itu didominasi merek Jepang seperti Toyota dan Mitsubishi.
Awal
Kemunculan
Wuling resmi meluncurkan Cortez
pada Februari 2018 melalui anak perusahaannya di Indonesia, Wuling Motors
Indonesia. Nama “Cortez” diambil untuk memberi kesan elegan dan premium. Mobil
ini sebenarnya berbasis dari model global Baojun 730 yang dipasarkan di
Tiongkok oleh aliansi SAIC-GM-Wuling.
Saat pertama hadir, Cortez
menawarkan beberapa fitur yang cukup mewah untuk kelasnya:
- Captain seat
- Sunroof
- Keyless entry
- Electric parking brake
- Head unit layar sentuh besar
- Kabin luas 7–8 penumpang
Hal ini membuat Cortez cepat
dikenal sebagai “MPV fitur lengkap dengan harga kompetitif”.
Generasi dan
Perkembangan
1. Cortez
1.8 (2018)
Versi awal menggunakan:
Varian:
- C
- L (tertinggi)
Mesin:
- 1.800 cc bensin
- Manual 6-percepatan
- i-AMT 5-percepatan
Perbedaan
tipe C vs L
|
Fitur |
Tipe C |
Tipe L |
|
Headlamp |
Projector halogen |
Full LED |
|
Sunroof |
Tidak ada |
Ada |
|
MID digital |
Standar |
Full color 7 inci |
|
Jok |
Semi kulit |
Lebih premium |
|
Audio |
4 speaker |
6 speaker |
|
Airbag |
Dual airbag |
Tambahan side airbag |
|
Suspensi belakang |
Semi independent |
Independent suspension |
|
AC Auto |
Tidak |
Ya |
Kelebihan utama Cortez generasi
awal:
- Kabin sangat luas
- Fitur mewah di kelasnya
- Sudah ada ESC, TCS, HHC pada tipe tertentu
Kekurangan:
- Transmisi i-AMT kurang halus
- Mesin 1.8 terasa agak boros
Namun transmisi i-AMT sempat mendapat kritik karena perpindahan giginya terasa kurang halus.
2. Cortez CT
(2019)
Pada 2019, Wuling memperkenalkan:
Wuling Cortez CT
Perubahan
utama:
- Mesin berubah jadi 1.500 cc turbo
- Tenaga lebih besar
- i-AMT diganti CVT
- Interior lebih sporty
- Smart key + start button
Varian:
- CT C
- CT L
Bedanya
dibanding Cortez lama:
|
Fitur |
Cortez 1.8 lama |
Cortez CT |
|
Mesin |
1.8 NA |
1.5 Turbo |
|
Transmisi |
i-AMT |
CVT |
|
Performa |
Halus biasa |
Lebih responsif |
|
Konsumsi BBM |
Sedang-boros |
Sedikit lebih efisien |
|
Smart key |
Tidak |
Ada |
|
Captain seat |
Opsional |
Standar |
Varian CT mulai dianggap “Cortez
terbaik” karena kombinasi turbo + CVT jauh lebih nyaman. Banyak reviewer waktu
itu menyebut ini titik balik Wuling di Indonesia. Varian ini jauh lebih
diterima pasar karena kenyamanan berkendara meningkat signifikan.
3. Cortez CT
Type S (2020)
Wuling Cortez CT Type S diperkenalkan sebagai versi lebih murah.
Fokus:
- Harga
lebih terjangkau
- Tetap
pakai mesin turbo
Yang dipangkas:
- Sunroof
hilang
- Interior
lebih sederhana
- Beberapa
fitur premium dihapus
- Material
kabin lebih basic
Yang tetap
dipertahankan:
- Mesin
turbo
- CVT
- Kabin
luas
- Captain
seat pada beberapa tipe
Type S jadi favorit fleet dan keluarga karena
value for money tinggi.
4. New
Cortez & Cortez CE (2021–2022)
Wuling melakukan facelift:
- Desain grille baru
- Dashboard digital modern
- Fitur internet kendaraan (Wuling Indonesian
Command/WIND)
- Voice command bahasa Indonesia
- Material
interior lebih baik
- Head unit
diperbarui
- Fitur
kenyamanan bertambah
- Penyempurnaan
software CVT
- Sudah
turbo CVT
- Penyakit awal sudah banyak diperbaiki
Teknologi voice command menjadi
salah satu ciri khas Wuling di Indonesia.
Untuk Varian nya sebagai berikut
:
- Wuling New Cortez CE
- Wuling New Cortez EX
Upgrade
besar:
- Logo silver Wuling baru
- Dashboard modern
- Full digital cluster
- Internet of Vehicle (IoV)
- WIND (voice command
Indonesia)
Perbedaan CE
vs EX
|
Fitur |
CE |
EX |
|
ADAS |
Tidak |
Ada |
|
Adaptive Cruise |
Tidak |
Ada |
|
Sunroof |
Tidak |
Ada |
|
Camera |
Standar |
360 camera |
|
Captain seat |
Ada |
Ada |
|
Interior |
Bagus |
Lebih premium |
Fitur baru
penting:
- Voice command bahasa
Indonesia
- Remote control via aplikasi
- ADAS lengkap di EX
ADAS pada EX meliputi:
- Adaptive
Cruise Control
- Lane
Departure Warning
- Automatic
Emergency Braking
Pada masa itu fitur seperti ini masih jarang di MPV harga 300 jutaan
5. Cortez
Facelift Terbaru
Versi terbaru mendapat:
- Advanced Driver Assistance System (ADAS)
- Interior dual-tone
- Fitur keselamatan lebih lengkap
- Tampilan lebih modern
Fitur ADAS termasuk:
- Adaptive Cruise Control
- Lane Departure Warning
- Automatic Emergency Braking
Fitur seperti ini sebelumnya
jarang ditemukan di MPV dengan harga serupa.
Struktur
tipe modern:
|
Tipe |
Posisi |
|
Cortez S |
Entry |
|
Cortez CE |
Mid |
|
Cortez EX |
Tertinggi |
Ringkasan Evolusi Cortez
|
Tahun |
Perubahan Besar |
|
2018 |
Launch mesin 1.8 + i-AMT |
|
2019 |
Turbo + CVT hadir |
|
2020 |
Type S murah muncul |
|
2021 |
Penyempurnaan minor |
|
2022 |
Facelift besar + ADAS + IoV |
|
2023–2025 |
Penyempurnaan fitur |
Rekomendasi Cortez Bekas Terbaik
Paling worth
it:
- Wuling Cortez CT 2019
- Turbo +
CVT
- Harga
bekas jatuh
- Fitur
lengkap
Paling aman:
- Wuling New Cortez EX
- ADAS
lengkap
- Interior
modern
- Kualitas
paling matang
Paling murah:
- Wuling Cortez CT Type S
- Fitur
cukup
- Mesin
bagus
- Harga
bekas menarik
Menurut komunitas pengguna di Reddit dan forum
Indonesia, kelebihan Cortez paling terasa di kenyamanan, fitur, dan kabin luas.
Kekurangan yang paling sering disebut adalah depresiasi harga bekas dan
ketersediaan spare part tertentu dibanding merek Jepang
Oh yak awan-kawan Wuling Cortez memakai sistem penggerak FWD (Front Wheel Drive) atau penggerak roda depan. Artinya tenaga mesin disalurkan ke roda depan untuk menggerakkan mobil.
Perbandingan konsumsi BBM tiap generasi Cortez
|
Model Cortez |
Mesin |
Dalam Kota |
Luar Kota/Tol |
Karakter |
|
Cortez 1.8 i-AMT (2018) |
1.8 NA |
7–10 km/l |
11–13 km/l |
Paling boros |
|
Cortez CT Turbo CVT (2019) |
1.5 Turbo |
8–10 km/l |
12–14 km/l |
Lebih efisien |
|
New Cortez EX (2022+) |
1.5 Turbo |
10–11 km/l |
13–14 km/l |
Paling matang |
|
Cortez manual |
1.5 Turbo MT |
10–12 km/l |
14–16 km/l |
Paling irit |
Data pengujian media:
- New Cortez mencatat sekitar
10,2 km/l dalam kota dan 13,2 km/l luar kota.
- Cortez 1.8 generasi awal
sekitar 11,2 km/l kombinasi kota dan tol.
- Beberapa
pengujian independen Cortez CT CVT menunjukkan konsumsi kombinasi sekitar
9,5 km/l.
Kenapa
Cortez terasa agak boros?
Ada beberapa penyebab utama:
1. Bobot
besar
Bobot kosongnya mendekati:
- 1,5 ton.
Untuk MPV keluarga ini cukup berat.
2. Mesin
turbo torsi besar
Mesin turbo 250 Nm sangat enak buat:
- tanjakan,
- isi
penuh,
- tol.
Tapi saat sering stop-and-go:
- turbo
lebih banyak minum bensin.
3. Setting
CVT comfort-oriented
Transmisi CVT Cortez dibuat halus dan nyaman,
bukan super irit.
Beberapa owner juga bilang:
- engine brake cukup agresif,
- mobil kurang “gliding” saat
pelan,
yang bikin konsumsi kota naik.
Dibanding
rival
|
Mobil |
Dalam Kota |
Tol/Luar Kota |
|
Wuling Cortez |
8–10 km/l |
12–14 km/l |
|
Toyota Kijang
Innova Reborn Diesel |
10–13 km/l |
14–17 km/l |
|
Mitsubishi
Xpander |
10–13 km/l |
15–18 km/l |
|
Honda BR-V |
11–14 km/l |
16–19 km/l |
|
Nissan Serena |
7–9 km/l |
10–13 km/l |
Jadi posisi Cortez:
- lebih boros dari
Xpander/BR-V,
- mirip Serena,
- tapi masih wajar untuk MPV
besar turbo.
Pengaruh
gaya berkendara besar banget
Owner Cortez sering bilang:
- kalau
stabil 80–100 km/jam → irit,
- kalau
macet Jakarta → boros.
Banyak user melaporkan:
- 1:6–1:8
saat macet berat,
- 1:13–1:14
saat tol santai.
BBM
yang cocok
Untuk mesin turbo Cortez:
- minimal
RON 92.
Kalau pakai oktan rendah:
- tenaga turun,
- konsumsi lebih boros,
- turbo kurang optimal.
Kesimpulan
Kalau fokus utama:
- irit BBM → Xpander/BR-V
lebih unggul.
Kalau fokus:
- kenyamanan,
- fitur,
- tenaga,
- kabin
lega,
maka Cortez masih sangat menarik.
Versi yang paling balance biasanya dianggap:
- Cortez
CT Turbo CVT 2021 ke atas,
karena: - CVT
lebih matang,
- software
lebih baik,
- konsumsi
lebih stabil,
- fitur
sudah lengkap
Wuling Cortez diposisikan sebagai
rival:
- Toyota Kijang Innova
- Mitsubishi Xpander
- Nissan Serena (untuk varian captain seat
tertentu)
Keunggulan utama Cortez:
- Harga lebih murah
- Fitur sangat lengkap
- Kabin luas
- Kenyamanan tinggi
Sedangkan tantangannya:
- Persepsi merek Tiongkok
- Nilai jual kembali belum sekuat merek Jepang
- Jaringan servis awalnya masih berkembang
Fakta
Menarik
- Cortez menjadi salah satu model yang membantu
Wuling dikenal luas di Indonesia.
- Banyak pengguna menyebutnya “Innova rasa
Alphard” karena fitur dan kenyamanannya.
- Produksi untuk pasar Indonesia dilakukan di
pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat.
Dengan berbagai pembaruan yang terus dilakukan, Wuling Cortez berhasil menunjukkan dirinya sebagai salah satu MPV modern yang menawarkan kenyamanan, teknologi, dan fitur lengkap dengan harga kompetitif. Kehadirannya juga menjadi bukti berkembangnya persaingan otomotif di Indonesia
Nah kawan-kawan kurang lebih seperti itulah pembahasan untuk Wuling Cortez yak awan-kawan…Terima kasih

