Ford Everest adalah SUV berbasis
pikap Ranger yang sempat cukup populer di Indonesia, terutama di era 2000-an
sampai awal 2010-an. Mobil ini dikenal karena kemampuan off-road, mesin diesel
tangguh, dan konfigurasi 7 penumpang.
Berikut ringkasan sejarah dan
generasi Ford Everest di Indonesia:
Awal
Masuk ke Indonesia
Ford Everest pertama kali masuk ke
pasar Indonesia sekitar tahun 2004 melalui Ford Motor Company dan distributor
lokal saat itu, Ford Motor Indonesia.
Everest diposisikan sebagai SUV
diesel ladder-frame untuk bersaing dengan:
- Toyota Fortuner
- Mitsubishi Pajero Sport
- Nissan X-Trail (lebih ke crossover)
Generasi Ford Everest di Indonesia
Generasi
Pertama (2004–2006)
Ford Everest First Generation
Ciri
khas:
- Basis dari Ford Ranger generasi Asia
- Desain boxy dan utilitarian
- Mesin diesel 2.5L Turbo
- Penggerak rear-wheel drive dan sebagian 4x4
Karakter:
- Sangat tangguh untuk jalan rusak
- Suspensi belakang masih daun (leaf spring)
- Interior sederhana
Pada masa ini Everest dikenal
sebagai SUV “semi off-road” yang kuat tetapi belum terlalu mewah.
Varian
utama
XLT
4x2
- Penggerak roda belakang
- Manual transmission
- Velg alloy
- 7-seater
XLT
4x4
- Sistem penggerak empat roda
- Cocok untuk off-road ringan–menengah
- Ground clearance tinggi
Karakter
varian awal
- Interior sederhana
- Fitur minim dibanding SUV Jepang
- Fokus durability
Konsumsi
BBM riil
Dalam
kota
- sekitar 7–9 km/l
Tol
/ luar kota
- sekitar 10–13 km/l
Pemakaian
campuran
- sekitar 8–10 km/l
Facelift
Generasi Pertama (2007–2014)
Ford Everest Facelift
Ini adalah versi Everest yang paling
banyak dikenal di Indonesia.
Perubahan
utama:
- Desain depan lebih modern
- Interior lebih nyaman
- Fitur meningkat
- Mesin diesel common-rail lebih halus pada versi akhir
Mesin
yang terkenal:
- 2.5L TDCi diesel
- Transmisi manual dan otomatis
Kelebihan:
- Durabilitas tinggi
- Kabin luas 7-seater
- Torsi besar
Kekurangan:
- Konsumsi BBM relatif boros dibanding rival modern
- Handling masih terasa seperti double cabin
Pada era ini Everest cukup populer
di perkebunan, pertambangan, dan daerah luar kota besar karena ketangguhannya.
Varian
yang umum
Everest
XLT
Varian standar-menengah.
Fitur:
- Mesin 2.5 TDCi
- Dual AC
- Captain/bench seat tergantung tahun
- Audio steering switch pada versi akhir
Everest
LTD / Limited
Varian tertinggi.
Tambahan:
- Interior lebih mewah
- Wood panel trim
- Kulit sintetis
- Sensor parkir
- Automatic transmission lebih umum
Everest
4x4
Biasanya berbasis XLT/Limited.
Ciri:
- Transfer case
- Mode 4H dan 4L
- Ban dan suspensi lebih siap medan berat
Varian
populer
Everest
XLT AT
- Automatic transmission
- Mesin diesel common rail lebih halus
- Interior lebih modern
Everest
Limited AT
Varian flagship.
Fitur:
- Kulit
- Climate control
- Fitur hiburan lebih lengkap
- Tampilan chrome lebih banyak
Everest
4x4 AT
Varian paling mahal dan langka.
Kelebihan:
- Kemampuan off-road terbaik
- Torsi besar
- Cocok towing dan touring
Konsumsi
BBM riil
Dalam
kota
- sekitar 7–9 km/l
Tol
/ luar kota
- sekitar 10–13 km/l
Pemakaian
campuran
- sekitar 8–10 km/l
Ford
Keluar dari Indonesia (2016)
Tahun 2016, Ford Motor Company resmi
menghentikan operasi penjualan langsung di Indonesia. Akibatnya:
- Penjualan Everest berhenti
- Jaringan dealer resmi tutup
- Harga bekas sempat turun
Namun komunitas dan bengkel
spesialis Ford tetap bertahan.
Kembalinya
Ford ke Indonesia
Ford kembali hadir melalui
importir/APM baru:
RMA Indonesia
Mereka mulai membawa model baru Ford
termasuk:
- Ford Ranger
- Ford Everest generasi terbaru
Generasi
Kedua Global / Next-Gen Everest (2023–Sekarang)
Ford Everest Second Generation
Masuk kembali ke Indonesia sekitar
2023.
Perubahan
besar:
- Platform baru berbasis Ranger terbaru
- Interior jauh lebih modern
- Layar infotainment besar portrait
- ADAS dan fitur keselamatan modern
- Kabin lebih premium
Mesin:
Indonesia umumnya mendapat:
- 2.0L Bi-Turbo Diesel
- Transmisi otomatis 10-percepatan
Fitur
unggulan:
- Adaptive cruise control
- Terrain management
- Panoramic features
- Kamera 360
- Electronic parking brake
Everest generasi baru kini
diposisikan lebih premium dan langsung bersaing dengan:
- Toyota Fortuner
- Mitsubishi Pajero Sport
- Isuzu MU-X
Everest
Titanium
Varian utama yang paling umum
dijual.
Fitur:
- Mesin 2.0L Bi-Turbo Diesel
- 10-speed automatic
- ADAS lengkap
- Interior premium
- Layar portrait besar
Everest
Titanium+ / Wildtrak (tergantung tahun & pasar)
Beberapa unit terbatas atau import
khusus pernah muncul.
Tambahan:
- Fitur semi autonomous
- Audio premium
- Trim lebih sporty/luxury
Konsumsi
BBM riil pengguna
Dalam
kota macet
- sekitar 8–10 km/l
Jalan
kombinasi
- sekitar 11–13 km/l
Tol
santai
- bisa 14–17 km/l
Bahkan beberapa pengguna luar negeri
melaporkan bisa mendekati 18–20 km/l saat cruising stabil di highway.
Status di Pasar Mobil Bekas
Everest lama masih dicari karena:
- Mesin diesel kuat
- Sasis tangguh
- Cocok untuk medan buruk
Tetapi perlu perhatian pada:
- Ketersediaan spare part tertentu
- Sistem elektrik di unit tua
- Perawatan transmisi otomatis
Versi yang paling diburu biasanya:
- Everest TDCi 2.5
- Limited Edition
- 4x4 automatic
Ringkasan Timeline
|
Tahun |
Generasi |
Keterangan |
|
2004 |
Gen 1 |
Masuk Indonesia |
|
2007 |
Facelift Gen 1 |
Model paling populer |
|
2016 |
— |
Ford keluar dari Indonesia |
|
2022/2023 |
Gen terbaru |
Ford comeback via RMA |
Ringkasan BBM Antar Generasi
|
Generasi |
Mesin |
Kota |
Tol |
|
2004–2011 |
2.5 TDCi |
7–8 km/l |
10–12 km/l |
|
2012–2014 |
2.5 TDCi CRDi |
8–9 km/l |
11–13 km/l |
|
2023+ |
2.0 Bi-Turbo |
8–10 km/l |
14–17 km/l |
Ringkasan Varian Populer Indonesia
|
Era |
Varian |
|
2004–2006 |
XLT 4x2, XLT 4x4 |
|
2007–2011 |
XLT, Limited, 4x4 |
|
2012–2014 |
XLT AT, Limited AT, 4x4 AT |
|
2023–sekarang |
Titanium, Titanium+, Sport |
Varian Langka / Import Umum
Beberapa unit CBU atau importir umum
juga pernah masuk:
Everest
Ambiente
- Varian basic pasar luar negeri
- Jarang di Indonesia
Everest
Trend
- Mid trim
- Banyak ditemukan di Thailand/Australia
Everest
Sport
- Tampilan blackout sporty
- Generasi terbaru
Everest
Platinum
- Varian tertinggi global
- Sangat jarang di Indonesia
No comments:
Post a Comment