MENU

Friday, 26 June 2026

Sejarah Mitsubishi Strada: Evolusi Pikap Tangguh dari Generasi ke Generasi


Mitsubishi Strada merupakan salah satu kendaraan pikap yang memiliki sejarah panjang dan telah menjadi pilihan banyak pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dikenal karena ketangguhan, daya angkut, dan kemampuan melintasi berbagai medan, Strada terus mengalami perkembangan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perjalanan Mitsubishi Strada secara lengkap, mulai dari sejarah kemunculannya, perubahan desain, perkembangan mesin, sistem penggerak, hingga konsumsi bahan bakar pada setiap generasi. Dengan memahami evolusinya, pembaca dapat mengetahui bagaimana Mitsubishi terus menyempurnakan Strada hingga menjadi Triton modern yang dikenal saat ini.

Badak

Sejarah Mitsubishi Strada mencerminkan evolusi truk pikap Mitsubishi dari kendaraan kerja sederhana menjadi pikap modern yang juga nyaman digunakan sehari-hari. Nama "Strada" sendiri digunakan di beberapa pasar, termasuk Indonesia, sementara di pasar global model ini dikenal sebagai Mitsubishi Triton atau Mitsubishi L200.

Berikut perjalanan generasinya:

Generasi 1 (1978–1986)

Nama global: Mitsubishi Forte / L200

  • Debut pada 1978.
  • Menggunakan sasis ladder frame dengan penggerak roda belakang dan tersedia versi 4WD.
  • Mesin bensin dan diesel 1.6–2.3 liter.
  • Fokus sebagai kendaraan niaga ringan.
Mitsubishi Forte / L200
Sistem Penggeraka Generasi 1 :

·  2H (Rear-Wheel Drive): tenaga hanya ke roda belakang.

·  4H: roda depan dan belakang terkunci bersama (part-time 4WD).

·  4L: gigi rendah untuk tanjakan dan medan berat.

·  Tidak memiliki diferensial tengah, sehingga 4WD hanya digunakan di permukaan licin seperti tanah, lumpur, atau pasir.

Konsumsi BBM Generasi 1:

·  Mesin masih menggunakan pompa injeksi mekanis.

·  Tenaga relatif kecil.

·  Konsumsi sekitar 8–11 km/l.

telan

Generasi 2 (1986–1996)

Nama global: L200

  • Desain lebih modern dan kabin lebih luas.
  • Mulai tersedia varian Double Cab yang populer.
  • Sistem 4WD semakin andal.
  • Banyak digunakan untuk pertambangan, perkebunan, dan militer di berbagai negara.
L200
Sistem Penggerak Generasi 2 :

Masih menggunakan konsep yang sama:

  • 2H
  • 4H
  • 4L

Penyempurnaannya meliputi:

  • Transfer case lebih kuat.
  • Hub roda depan yang lebih praktis.
  • Keandalan meningkat untuk penggunaan berat.

Konsumsi BBM Generasi 2:

·  Efisiensi meningkat berkat penyempurnaan mesin.

·  Konsumsi sekitar 9–12 km/l.

Generasi 3 (1996–2005)

Di Indonesia dikenal sebagai: Mitsubishi Strada

  • Inilah awal nama Strada dikenal luas di Indonesia.
  • Desain lebih membulat dibanding generasi sebelumnya.
  • Mesin diesel 2.5 L turbo menjadi andalan.
  • Tersedia tipe Single Cab, Club Cab, dan Double Cab.
  • Menjadi pesaing kuat Toyota Hilux dan Nissan Frontier.
Mitsubishi Strada
Sistem Penggerak Generasi 3:

Mulai hadir Easy Select 4WD.

Mode yang tersedia:

  • 2H
  • 4H
  • 4L

Keunggulannya:

  • Perpindahan dari 2H ke 4H dapat dilakukan tanpa berhenti (shift-on-the-fly) pada kecepatan tertentu.
  • Lebih praktis dibanding generasi sebelumnya.

Namun, karena belum memakai diferensial tengah, mode 4H tetap tidak dianjurkan di jalan beraspal yang kering.

Konsumsi BBM Generasi 3:

Mesin yang paling dikenal adalah 4D56 2.5 Turbo Diesel.

  • Injeksi masih mekanis.
  • Sederhana dan mudah dirawat.
  • Konsumsi umumnya:
    • Dalam kota: 8–10 km/l
    • Luar kota: 11–13 km/l

Ujian

Generasi 4 (2005–2015)

Di Indonesia: Mitsubishi Strada Triton

  • Desain "J-Line" dengan kabin melengkung yang khas.
  • Menggunakan mesin diesel common rail 2.5 L DI-D.
  • Hadir teknologi Easy Select 4WD dan Super Select 4WD pada tipe tertentu.
  • Kabin jauh lebih nyaman sehingga mulai diminati sebagai kendaraan pribadi.
Mitsubishi Strada Triton
Sistem Penggerak Generasi 4:

Tersedia dua sistem berbeda.

Easy Select 4WD

  • 2H
  • 4H
  • 4L

Super Select 4WD

  • 2H
  • 4H (Full-Time 4WD) dengan diferensial tengah sehingga dapat digunakan di jalan aspal.
  • 4HLc (diferensial tengah dikunci).
  • 4LLc (low range + diferensial tengah terkunci).

Ini merupakan lompatan besar karena memberikan fleksibilitas penggunaan di berbagai kondisi jalan.

Konsumsi BBM Generasi 4:

Menggunakan 4D56 DI-D Common Rail.

  • Injeksi elektronik membuat pembakaran lebih efisien.
  • Konsumsi rata-rata:
    • Kota: 9–11 km/l
    • Tol/luar kota: 12–14 km/l

Santai

Generasi 5 (2015–2023)

Nama global: Triton

  • Diluncurkan dengan desain lebih agresif.
  • Tahun 2018 mendapat facelift besar dengan konsep Dynamic Shield.
  • Mesin baru diesel 2.4 L MIVEC Turbo (4N15) berbahan aluminium yang lebih irit dan bertenaga.
  • Fitur keselamatan semakin lengkap, seperti hill descent control, trailer stability assist, dan forward collision mitigation pada varian tertentu.

Sistem Penggerak Generasi 5:

Super Select II menambahkan fitur elektronik seperti:

  • Mode Gravel
  • Mud/Snow
  • Sand
  • Rock (pada transmisi otomatis)

Sistem akan menyesuaikan distribusi tenaga, kontrol traksi, dan respons mesin sesuai kondisi medan.

Triton
Konsumsi BBM Generasi 5:

Menggunakan mesin 4N15 2.4 MIVEC Turbo Diesel berbahan aluminium.

  • Lebih ringan dan efisien dibanding 4D56.
  • Konsumsi:
    • Kota: 10–12 km/l
    • Tol: 13–15 km/l

Kebelet Kencing

Generasi 6 (2023–sekarang)

Nama global: Mitsubishi Triton

  • Menggunakan platform ladder frame baru yang lebih kaku.
  • Dimensi lebih besar dengan kapasitas angkut meningkat.
  • Mesin diesel 2.4 L Bi-Turbo pada beberapa varian menghasilkan tenaga hingga sekitar 204 PS dan torsi 470 Nm.
  • Interior lebih modern dengan layar infotainment besar, sistem bantuan pengemudi (ADAS), serta kemampuan off-road yang ditingkatkan.

Sistem Penggerak Generasi 6:

Versi terbaru mempertahankan konsep Super Select 4WD-II dengan peningkatan pada:

  • Aktuator elektronik yang lebih cepat.
  • Kontrol traksi yang lebih presisi.
  • Mode berkendara yang lebih lengkap.
  • Integrasi dengan sistem bantuan pengemudi (ADAS).
Mitsubishi Triton
Konsumsi BBM Generasi 6:

Mesin 4N15 versi terbaru (termasuk varian bi-turbo di beberapa pasar).

  • Efisiensi tetap baik meski tenaga meningkat.
  • Konsumsi rata-rata:
    • Kota: 10–12 km/l
    • Tol: 13–15 km/l

Koran di baca

Perjalanan di Indonesia

  • 1990-an akhir–2005: Strada generasi ketiga.
  • 2005–2015: Strada Triton (generasi keempat).
  • 2015–sekarang: Nama pemasaran beralih menjadi Triton, meskipun banyak masyarakat masih menyebutnya "Strada".

Secara umum, evolusi Strada/Triton dapat diringkas sebagai berikut:

Generasi Mitsubishi Strada :

Generasi

Sistem Penggerak Mitsubishi Strada :

Sistem Pengerak

Urutan Sistem Penggerak :

·  Part-Time 4WD (Generasi 1–2): sangat sederhana, tangguh, dan mudah dirawat.

·  Easy Select (Generasi 3–6): praktis dan cocok untuk kendaraan kerja.

·  Super Select (Generasi 4–6): paling canggih karena memiliki diferensial tengah, sehingga bisa digunakan sebagai full-time 4WD di jalan beraspal maupun di medan off-road. Sistem ini menjadi salah satu keunggulan utama Triton dibanding banyak pesaing di kelas pikap.

jatuh

Konsumsi BBM Mitsubishi Strada :

Generasi          Tahun                          Mesin diesel umum                             Konsumsi rata-rata

1                      1978–1986                  2.3L diesel                                          8–11 km/l

2                      1986–1996                  2.5L diesel                                          9–12 km/l

3                      1996–2005                  2.5L Turbo Diesel (4D56)                  9–12 km/l

4                      2005–2015                  2.5L DI-D Common Rail (4D56)       10–13 km/l

5                      2015–2023                  2.4L MIVEC Turbo Diesel (4N15)    11–15 km/l

6                      2023–sekarang            2.4L MIVEC Turbo/Bi-Turbo             11–15 km/l

Faktor yang paling memengaruhi konsumsi BBM

  • Transmisi: Manual umumnya sedikit lebih hemat dibanding otomatis.
  • Sistem penggerak: Varian 4x2 biasanya lebih irit daripada 4x4 karena bobot dan komponen penggeraknya lebih ringan.
  • Ban: Ban off-road (MT) cenderung meningkatkan konsumsi dibanding ban all-terrain (AT) atau highway-terrain (HT).
  • Muatan: Membawa beban berat atau menarik trailer akan meningkatkan konsumsi.
  • Perawatan: Filter udara, kondisi injektor, tekanan ban, dan kualitas oli sangat berpengaruh.

Konsumsi BBM Mitsubishi Strada bervariasi tergantung mesin, transmisi, sistem penggerak (4x2 atau 4x4), kondisi kendaraan, dan gaya mengemudi. Angka berikut adalah kisaran penggunaan di dunia nyata, bukan angka uji laboratorium.

Di Indonesia, generasi yang paling ikonik biasanya adalah Strada generasi ketiga (1996–2005) dan Strada Triton generasi keempat (2005–2015) karena keduanya sangat banyak digunakan untuk keperluan perkebunan, pertambangan, maupun sebagai kendaraan hobi off-road.

Mitsubishi Triton
Perjalanan Mitsubishi Strada dari generasi pertama hingga model terbaru menunjukkan bagaimana sebuah kendaraan pikap terus berkembang mengikuti kebutuhan pengguna. Mulai dari peningkatan desain, performa mesin, sistem penggerak, hingga efisiensi bahan bakar, setiap generasi menghadirkan penyempurnaan yang menjadikan Strada tetap relevan di berbagai kondisi penggunaan.

Bagi sebagian orang, Strada generasi lama menawarkan kesederhanaan dan kemudahan perawatan, sementara generasi terbaru menghadirkan teknologi yang lebih modern, kenyamanan berkendara yang lebih baik, serta fitur keselamatan yang semakin lengkap. Pilihan terbaik tentu bergantung pada kebutuhan, anggaran, dan tujuan penggunaan masing-masing.

Semoga informasi dalam artikel ini dapat membantu Anda memahami sejarah dan perkembangan Mitsubishi Strada dari generasi ke generasi. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli Strada bekas atau ingin mengetahui lebih jauh mengenai spesifikasi, kelebihan, maupun perawatan setiap generasinya, pastikan untuk membaca artikel terkait lainnya agar mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Baiklah Kawan Sobat Blogger ….. kurang lebih begitulah mengenai article Mitsubishi Strada ya kawan blogger…..Terima kasih

Mitsubishi Triton
Terima kasih



 

 

 

No comments: